Menjadi Ahli Bukan Karena Sertifikat

Setiap manusia tentunya memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Sama halnya saat seorang guru mengajar kepada peserta didiknya. Ada peserta didik yang mampu dengan cepat memahami materi. Ada pula peserta didik yang perlu waktu agak lama untuk memahami materi.

Maraknya kelas-kelas online yang saat ini terjadi, itu sangat bagus. Wabah Covid-19 telah merubah paradigma bahwa belajar tidak hanya tatap muka saja. Pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan IT, sekarang marak terjadi. Ruang-ruang kelas dengan  menggunakan grup whatsapp, zoom, google class dan yang lainnya terjadi hampir setiap saat.

Tidak jarang, gawai dan laptop mengikuti kegiatan yang berbeda atau bahkan pasang beberapa laptop sekaligus. Dua ruang dalam satu waktu, bahkan lebih. Inilah yang terjadi sekarang. Percepatan yang luar biasa. Kita bisa mengikuti berbagai kegiatan dalam waktu yang bersamaan.

Semoga niat belajar dalam kondisi saat ini menjadi semangat untuk memperbaik dan menambah kemampuan yang ada. Kelas menulis dengan berbagai keahlian, mulai dari menulis artikel, puisi, cerpen dan lainnya sangat banyak diselenggarakan.

Saat ini suasana di dunia “online” sedang merubah gaya belajar semuanya. Siswa dalam tiga bulan ini belajar melalui pembelajaran jarak jauh. Guru menyampaikan materi dan tugas dengan pembelajarn jarak jauh.

Apa yang saat ini bisa dilakukan, ada yang karena terlatih melalui kegiatan belajar bersama. Ada juga yang terlatih karena berlatih mandiri. Maraknya kegiatan online bagi para guru, tak sekedar mengumpukan sertifikat saja. Akan tetapi saat ini kita semua sedang belajar untuk menjadi ahli dibidangnya masing-masing. Ngak harus semua bisa, akan tetapi bila setiap guru memiliki keahlian tentunya akan bermanfaat untuk pribadi, lembaga dan negara. Belajar tiada henti, buatlah sejarah dengan aksi dan berkarya.

12 thoughts on “Menjadi Ahli Bukan Karena Sertifikat

  • 11/06/2020 pada 2:15 pm
    Permalink

    Guru produktif Mr..

    Balas
  • 11/06/2020 pada 2:17 pm
    Permalink

    That,s right Mr.bram

    Balas
  • 11/06/2020 pada 2:18 pm
    Permalink

    That,s right Mr.bram . Kita semua sedang belajar

    Balas
  • 11/06/2020 pada 2:21 pm
    Permalink

    Keren sekali

    Balas
  • 11/06/2020 pada 2:27 pm
    Permalink

    C7, Mr. Bams. Keahlian dan keterampilan tidak ditentukan oleh berapa banyak Sertifikat yang dimiliki. Tetapi bagaimana seseorang berproses. Selamat berkarya!

    Balas
  • 11/06/2020 pada 2:39 pm
    Permalink

    Guru dituntut untuk mau belajar, apalagi perkembangan it makin ke sini makin pesat dan beragam,,,

    Balas
  • 11/06/2020 pada 4:05 pm
    Permalink

    terima kasih Mr Bams informasi ini akan menjadi ilmu baru bagi kita agar bisa merubah gaya kita utk belajar

    Balas
  • 11/06/2020 pada 4:13 pm
    Permalink

    Senang membaca tulisan bapak ..

    Balas
  • 11/06/2020 pada 9:29 pm
    Permalink

    Sependapat om bams, sertifikat itu bonus.
    Yang utama adalah ilmu yg kita dapat sebagai upgrade diri d peruntukkan kepada sesama.

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Sri B Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *