Rumah Kami Taman Baca Kami

Setiap keluarga pastinya mengharapkan memiliki tempat tinggal yang mandiri. Tempat tinggal yang hanya diisi oleh suami, isteri dan anaknya. Perjuangan mendapatkan rumah sendiri tidaklah mudah. Dimulai tinggal bersama orang tua, ngontrak dan akhirnya punya rumah sendiri.

Pengalaman saat mau pindah ngotrak ini rasanya menyesakkan. Saya masih ingat kala keinginan kuat dari kami untuk pindah dari rumah mertua. Maklum satu rumah isi beberapa kepala keluarga. Saat kami menikah tahun 2002 tepatnya 3 Februari, kami tinggal di rumah mertua. Sampai tahun ke tiga masih merasa nyaman, hanya saja kami mulai punya tekad kalau bisa usia pernikahan 5 tahun sudah punya rumah. Usia pernikahan tahun ke 4 lebih dari 6 bulan, keinginan pindah semakin besar. Ngontrak 3 bulan, kemudian keajaiban datang kami bisa mendapatpakan rumah, walaupon over kredit

Rumah kami hanyalah tipe 21. Walaupun tipe sangat kecil tapi milik sendiri. Rumah yang penuh dengan cerita. Kami tinggal di rumah ini sejak tahun 2007. Rumah kami bila pintu depan dibuka, maka terlihatlah lapangan volley ball. Lapangan umum yang biasa tempat olah raga. Tahun 2011 saya mengajak isteri dan anak untuk membuat taman baca.  Setiap malam menyiapkan buku yang akan saya simpan didepan teras rumah. Ada 20 majalah bobo, 20 buku cerita anak dan koran yang kemarin. Saya siapkan buku catatan pengujung di buku tulis. Awalnya memang isteri tidaklah begitu setuju, karena kesannya jadi nambah pekerjaan.  Nah nantikan serial tulisan taman bacaan bersama Mr.BamS ditulisan berikutnya.

21 tanggapan untuk “Rumah Kami Taman Baca Kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *