Amanat Pancasila

Di dalam Indonesia Merdeka itu perjoangan kita harus berjalan terus, hanya lain sifatnya dengan perjoangan sekarang, lain coraknya. Nanti kita, bersama-sama, sebagai bangsa yang bersatu padu, berjoang terus menyelenggarakan apa yang kita cita-citakan di dalam Panca Sila. Dan terutama di dalam zaman peperangan ini, yakinlah, insyaflah, tanamkanlah dalam kalbu saudara-saudara, bawa Indonesia Merdeka tidak dapat datang jika bangsa Indonesia tidak mengambil risiko, — tidak berani terjun menyelami mutiara di dalam samudera yang sedalam-dalamnya. Jikalau bangsa Indonesia tidak bersatu dan tidak menekad mati – matian untuk mencapai merdeka, tidaklah kemerdekaan Indonesia itu akan menjadi milik bangsa Indonesia buat selama-lamanya, sampai keakhir jaman! Kemerdekaan hanya- lah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa, yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad “Merdeka, — merdeka atau mati”! 

Itulah kalimat akhir yang disampaikan oleh Bapak Sukarno pada tanggal 1 Juni 1945. Beliau menyampaikan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan.

Bila membaca sejarah kembali tentang bagaimana lahirnya Pancasila, kemudian mengapa ada peringatan Hari Lahir Pancasila. Ini dilakukan semata-mata agar Pancasila tetap ada ditanah air Indonesia. Peringatan Lahirnya Pancasila pun sesungguhnya baru dilakukan 1 Juni 1965, kemudian di Orde Baru hanya 2 atau 3 kali. Diperingati kembali pada tahun 2016 oleh Bapak Presiden Joko Widodo sesuai Keputusan Presiden No 24 2016. Kemudian sejak tanggal 1 Juni 2017 dinyatakan Hari Libur Nasional.

Apakah Pancasila masih ada dalam jiwa-jiwa manusia Indonesia? Bila membaca pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 dan bila saat itu hadir mendengarkan langsung, rasa bangga memiliki pemimpin yang luar biasa.

Semoga hari ini tak sekedar libur, kemudian tak sedikit pun mengambil hikmah dari peringatan Hari Lahir Pancasila. Semoga nilai-nilai Pancasila tidak hanya teori saja, akan tetapi mampu dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Masih ingat 36 butir pengamalan dari Pancasila, yang sejak tahun 2003 sudah berubah menjadi 45 butir.

Sila KeTAP MPR No II/MPR/1978TAP MPR No I/MPR/2003
147
2810
357
4710
51211
Total3645

Slogan Pancasila Sepanjang Masa yang digunakan pertama kali oleh Bapak Sukarno pada peringatan pertama lahirnya Pancasila tahun 1964. Beliau melakukan peringatan tersebut agar meyakinkan seluruh rakyat Indonesia, bahwa Pancasila tak akan tergantikan sampai kapanpun.

11 tanggapan untuk “Amanat Pancasila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *