Bahagia Karena Sakit (1)

Hari Senin tanggal 31 Mei 2021 saat siang tiba-tiba badan terasa panas. Saat waktu sholat dhuhur yang biasa berjamaah bersama bapak guru yang lain di mushola, saya memutuskan untuk sholat di laboratorium komputer. Sholat sambil duduk. Hari Senin jadwal mengajar termasuk padat selama 6 jam pelajaran. Saat mengajar kelas 8C kelas terakhir memang sudah tidak kuat menahan rasa sakit, tapi karena pertemuan terakhir sebelum PAT saya paksakan untuk mengajar. Ya, pertemuan akhir yang sangat berkesan. Menunggu pukul 14.00 WIB kok rasanya lama sekali. Sesekali ku lihat jam didinding di ruangan, lambat sekali ya berjalannya. Saat pukul 14.00 WIB datang, dan sudah siap pulang ternyata hujan turun. Saya pun menunggu hampir 30 menit. Sebelum pulang saya sudah kirim pesan buat isteri agar nanti sore ada yang memeriksa kondisi badan saya.

Saat diparkiran sekolah, tepat pukul 14.30 WIB suasana sudah reda. Bersama kendaraan roda dua akhirnya keluar meninggalkan sekolah menuju ke rumah. Saat memasuki jalan Peta, tiba-tiba hujan turun, motor pun menepi mencari tempat untuk berteduh. Saya keluarkan sandal yang tadi saya bawa dari labkom, saya siapkan jas hujan dan membungkus tas dengan kantong plastik hitam agar tidak kebasahan. Setelah siap langsung melaju kembali. Sebelum pergi kembali, saya cek gawai ada pesan masuk dari bagian HRD Yayasan Taruna Bakti, alhamdulillah saya diundang untuk psikotes dan interview untuk pencalonan kepala sekolah. Alhamdulillah perjalanan sampai rumah dilalaui dengan selamat.

Datang ke rumah langsung ganti baju, sholat ashar pun dilakukan dengan posisi tidur. Sekitar pukul empat sore datanglah perawat yang memang biasa memeriksa dan memberikan obat di lingkungan kami. Mungkin kalau orang dulu bilang mantri. Wah bapak ini kecapaian, tensinya agak tinggi.

Alhamdulillah bila sudah dapat obat rasanya lega, untungnya besok hari libur nasional jadi bisa istirahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *