Bersama itu Wajib

Usai terbang ke Papua, saya kembali di rumah. Ini istilah di rumah saja buat anak dan istri. Ini Sabtu kedua bisa bersama guru-guru hebat untuk belajar WordPress. Mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

Gawai yang saya gunakan ini tugasnya tidaklah mudah. Pesan yang masuk ke whatsapp ngak bisa diatur sesuka kita. Semua pesan datang dari mana saja, tanpa diminta. Yakinlah semua sudah ada yang mengatur.

Usai mengajar kelas WordPress pukul 10.00 WIB. Saya ajak istri untuk jalan-jalan tanpa tujuan yang diketahui istri. Selama perjalanan Ibu Salwa dilarang bertanya kemana. Hahaha….

Berangkat pukul 11.00 WIB, kami menikmati perjalanan. Kami sepakat naik kendaraan roda dua, biar bisa pegangan. Sepanjang perjalanan bisa ngobrol tentang apa saja.

Gamma, itulah nama kendaraan yang kami naiki. Bersama Gamma kami selusuri jalan arah ke Soreang. Kami belu dapat tempat yang pas. Soreang terlewati, kami lanjutkan arah Ciwidey.

“Yah…seger ya, udaranya” suara Ibu Salwa teedengar jelas. Saya hanya mengangguk, sambil berdoa dapat tempat yang bisa dijadikan tempat rehat sejenak.

Masuk daerah Pasirjambu terlihat sebelah kiri.minimarket gang terkenal dengan huruf awalnya A. Kami berhenti di minimarket yang berada di posisi kiri jalan.

Saya ngak masuk. Ibu Salwa yang belanja minuman dan makanan ringan. Pasirjambu itulah nama tempatnya. Pandangan mata tertuju ke sebuah plang Rest Area. Kami pun berjalan dan menemukan tempat untuk beristirat.

Pesan makanan, nasi kebuli, batagor dan pisang keju totalnya hanya Rp. 53.000. Kami tempati saung yang kiri kanan tanaman padi. Angin sepoy-sepoy membuat kami betah.

5 thoughts on “Bersama itu Wajib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *