Hikmah Pergantian Tahun Baru Hijriah #002

Hikmah Pergantian Tahun Baru Hijriah #002

Bismillah…

*Note resume*

*Bpk. H. Aam Muamar M.Pd*

*MT Al-Muhajirin*

*Rabu, 16 Juli 2023 / 01 Muharram 1445 H*

*By: Ibu Salwa*

*đź’™Menatafakuri Pergantian Tahun Baru Hijriah / Muharramđź’™*

“Di antara ciri-ciri ulul albab yaitu manusia yang menggunakan akal”

*Tiga kategori dasar kecerdasan:*

1. Kecerdasan intelektual: yaitu kecerdasan (daya nalar) adalah kemampuan mental untuk berpikir logis mencakup kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, dan memahami gagasan untuk berpikir logis.

2. Kecerdasan emosional: yaitu kecerdasan emosi, yaitu manusia yang kuat menahan emosi dan menahan amarah, serta bisa mengelola dan mengontrol emosi dirinya, mudah berinteraksi dan bergaul dengan orang di sekitarnya. Contohnya, memperbanyak silaturahim. Siapa yang ingin di panjangkan umurnya, dan di luaskan rezekinya, maka panjangkan silaturahim.

3. Kecerdasan spiritual: yaitu manusia yang bukan hanya pintar otaknya tapi juga pintar hatinya, manusia yang merasa dirinya sebagai makhluk Allah untuk menghambakan kepada Allah dengan tekad dan niat hanya untuk mencari ridha Allah Swt.

*Ulul albab:* yaitu tanda manusia yang merasa senantiasa mentafakuri kepada penciptaan Allah terutama di pergantian siang dan malam, tanda-tanda adanya kekuasaan Allah (Qs Ali Imran 190).

> “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.”

Satu kesadaran bahwa diri kita semakin dekat ajal / batas umur, harus memiliki kesadaran dalam diri, mentafakuri dan memanfaatkan sisa-sisa waktu untuk hal-hal yang bermanfaat.

*đź’ž Adanya tahun baru untuk membuktikan 2 Hal :*

1. Patut disyukuri dalam arti, kita harus benar-benar memanfaatkan adanya tahun baru 1445 H sebagai bukti Allah masih memberikan rezeki untuk kita. Bukti adanya jatah rezeki yaitu kita masih diberikan jatah hidup, itu adalah tandanya rezeki masih ada, masalah cukup atau tidak kembali kepada rasa syukur kita, kalau sudah habis jatah rezeki itu tidak bisa diubah contohnya kematian.

> “Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad) dan Kami telah menghilangkan beban darimu yang memberatkan punggungmu, dan Kami telah meninggikan sebutan namamu. Karena itu, maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (Qs. 94:1-8)

2. Bukti Allah masih percaya kita bisa menuntaskan persoalan-persoalan yang ada di dalam kehidupan kita.

> “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya.” (Qs. 2:286)

>

> “Sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberi manfaat kepada manusia lain, dan sebaliknya sejelek-jeleknya manusia adalah yang memberi kejelekan kepada manusia lain.”

*Harapan di tahun baru hijriah ini semoga kita menjadi orang yang pandai bersyukur dan jangan menjadi orang yang banyak mengeluh.*

Cara syukur kita yang paling mudah adalah, coba absen anggota tubuh kita sambil ditatafakuri. Contohnya, mata yang masih bisa melihat dengan jelas, telinga yang masih bisa mendengar, mulut yang masih bisa makan, kaki yang masih bisa dipakai untuk berjalan, dan tangan yang masih bisa digerakkan. Itu semua bisa membuat kita untuk beribadah, dan anggota tubuh kita yang lainnya, contohnya: jantung, paru-paru, ginjal, dll.

Manusia yang ulul albab memanfaatkan setiap anggota tubuh itu dengan rasa syukur kepada Allah Swt.

Waalahualam bisowab.

Mohon maaf bila ada penulisan kata yang salah.

đź’žBu Salwađź’ž

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *