Peran Guru dalam Media Sosial

Apa yang terjadi usai pengumuman hasil Pemilihan Presiden yang dilakukan oleh KPU dengan media sosial di Indonesia. Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Rudiantara memastikan pembatasan akses ke platform media sosial dan pesan instan itu dilakukan hanya sementara waktu dan bertahap. Tujuannya adalah untuk membatasi penyebaran hoaks mengenai aksi unjuk rasa berkaitan dengan pengumuman hasil Pemilu 2019. (Pikiran Rakyat, hari Jumat 24 Mei 2019 hal 18 dalam Tajuk Rencana)


Seorang guru saat ini telah menjadikan media sosial bagian dari hal yang tidak terpisahkan dalam menjalankan tugasnya. Fungsi media sosial yang ada saat ini seperti facebook, whatsapp, line dan yang lainnya itu sangat membantu sekali dalam menjalankan fungsi sebagai guru. Informasi yang begitu mudah bisa tersampaikan dengan cepat. Contoh sederhana bagi seorang Wali Kelas biasanya memiliki grup di whatsapp baik itu bersama peserta didiknya atau dengan para orang tuanya.
Berapa banyak grup whatsapp yang dimiliki oleh seorang guru ? Grup sesama guru di sekolah, grup sesama guru mata pelajaran se kota/kabupaten, tentunya grup-grup yang lainnya.

Melihat kondisi sekarang yang dilakukan oleh pemerintah atas pembatasan di media sosial, ini bisa jadi pelajaran bagi kita sebagai guru. Guru harus sangat memainkan peran yang sangat bisa membantu bagaimana penggunaan media sosial ini dilakukan dengan sehat. Bahkan jangan sampai kejadian justru seorang guru menggunakan media sosial lepas dari tugas mulia seorang guru. Media sosial dijadikan tempat untuk melakukan ujaran kebencian, seperti yang pernah terjadi belum lama ini.

Apa yang bisa dilakukan oleh seorang guru mengenai penggunaan media sosial ini ? Bila ingat apa yang ditulis oleh filsuf Jerman, Johann Gottfried Herder, “Mendidik adalah mengasah diri dan memberi teladan, selebihnya adalah kasih sayang”. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh seorang guru : yang pertama menjadi pengguna media sosial yang bjiak dan yang kedua adalah menjadi agen penyebar penggunaan media sosial yang sehat.

Sebagai pengguna media sosial yang bijak, ada beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya menggunakan bahasa yang baik dan santun. Etika berkomunikasi di media sosial harus menjadi hal yang paling penting. Menyaring informasi untuk dilanjutkan membutuhkan informasi pendukung lainnya sehingga tidak mudah untuk menyebarkan informasi kepada yang lain.

Sebagai agen penyebar penggunaan media sosial yang sehat, bisa melakukan penjelasan kepada peserta didik di sekolah agar peserta didik paham betul bagaimana sebaiknya menggunakan media sosial. Kecenderungan anak-anak saat ini bila berkomunikasi di media sosial penggunaan bahasa yang baik sepertinya harus terus diingatkan. Tak jarang barangkali bisa menemukan kata dan kalimat yang kurang baik dalam percakapan anak-anak. Saat kita berada di keluarga dan masyarakat pun kita bisa memainkan peran kita sebagai penyebar informasi bagaimana menggunakan media sosial dengan baik dan bijak. Anggota keluarga di rumah di berikan penjelasan tidak mudah untuk menerima dan menyebarkan berita. Tetangga kita pun bisa kita berikan penjelasan agar lebih arif dalam menggunakan media sosial.

Seorang guru tidaklah hanya mengabdi di sekolah akan tetapi di luar sekolah pun harus memainkan peran aktif, agar bangsa kita menjadi bangsa yang tingkat literasi dalam penggunaan media sosial terus semakin baik. Tak juga bisa menyalahkan pemerintah secara sepihak saat membatasi penggunaan media sosial ini.

Mari bergandengan tangan agar semua memainkan perannya masing-masing dan semoga pemerintah pun semakin siap menghadapi tantangan jaman dengan penggunaan media sosial ini, sehingga tidak ada kesan pembatasan dalam penggunaan media ini dianggap sebagai pemerintah yang otoriter. Semoga pelaksanaan Undang undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektornik (ITE) benar-benar disosialisasikan dan dilaksanakan dengan baik, sehingga tercipta masyarakat yang mampu berlitarasi digital dengan baik dan bijak.

Terima Kasih telah dimuat di HU Pikiran Rakyat
Rabu, 29 Mei 2019
Hal 15 dalam Forum Guru

Bambang Purwato
Guru TIK SMP Taruna Bakti dan pegiat literasi masyarakat

0 thoughts on “Peran Guru dalam Media Sosial

  • 05/04/2020 pada 9:52 am
    Permalink

    Super sekali, peran guru memang bukan hanya di sekolah saja tetapi di mana saja dan kapan saja, termasuk di media sosial. Oleh karena itu saya setuju denngan Bapak bahwa kita harus bijak dalam bertutur dalam medsos, sebab perkataan adalah cerminan dari lubuk hati.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *