Bambang Purwanto

Semangat Pagi

Hari ini masih suasana liburan lebaran. Walau liburan tetap saja tinggal di rumah. Tinggal di rumah saat in imerupakan pilihan yang paling membahagiakan walau mungkin membosankan. Melatih sabar dengan tinggal di rumah itu memang luar biasa. Kehidupan yang dijalani oleh setiap orang memiliki kesamaan dalam waktu yang dialamiya. Semua mendapatkan jatah hidup selama sehari itu pasti dua puluh empat jam. Tidak melihat orang kaya dan miskin. Tidak melihat orang santai

Tulisan Sebelum Tidur #4

Belajar Tiada Henti Lebaran idul fitri yang jatuh pada tanggal 24 Mei 2020 merupakan hari libur nasional. Berkesempatan membuka kelas blog lanjutan ternyata pengikutnya banyak. Kelas yang dibuka sejak tanggal 20 Mei 2020 ini hampir diikuti 60 peserta. Antusias belajar tak mengenal waktu dilakukakan salah satu peserta di grup whatsapp. Layanan yang saya berikan yang fleksibel membuat para peserta tidak sungkan untuk bertanya kapan saja. Walau bukan waktunya belajar, kalau

Pesiar Menuju Blog Lain

Setiap orang bila melakukan perjalangan pasti menyenangkan. Entah itu perjalanan karena tugas atau pun perjalanan pribadi. Saya merasakan bila melakukan perjalanan itu tentunya menyenangkan. Selama perjalanan kita bisa menikmati apa yang bisa kita lihat. Nah, bagi kita sebagai pengelola blog, apapun itu blognya cobalah melakukan perjalanan dari blog satu ke blog yang lainnya. Setiap ada link blog yang kita terima, maka dengan riang gembira segeralah untuk melakukan perjalana ke blog

Silaturahmi Keluarga

Suasana silaturahmi keluarga pastinya berbeda untuk lebaran kali ini, bila kita rindu sekeluarga saya simpan disini. Sampaikan salam rindu dikomentar ini. Bagi yang akan menambahkan silahkan kirimkan ke WA 088809405468

Kemenangan Penuh Kesabaran

Takbiran berkumandang di pagi hari. Pagi itu panitia sholat id sibuk mengatur jamaah hang datang ke tempat sholat. Anak-anak dipersilahkan pulang, karena keterbatasan tempat. Suasana kali ini memang sangat berbeda sekali dar lebaran-lebaran sebelumnya. Saya menggelar sajadah persis dihalaman rumah. Pagar terbuka sedikit. Lantunan takbir yang bersahutan saya ikuti dengan khidmat. Tak terasa air mata menetes. Awan dan langit yang terlihat begitu cerah menambah hidmatnya suasana pagi ini. Terdengar ajakan

Maafkanlah tanpa Diminta

Manusia yang hidup didunia pastinya memiliki kesalahan. Kesalahan kepada sesama dan kesalahan kepada Allah Sang Pencipta. Tak mungkin bahwa kita bersih dari salah. Hari ini adalah Idul Fitri 1441 H dengan suasana yang sangat berbeda. Wabah pandemi Korana yang melanda dunia termasuk Indonesia, membuat semua pertemuan langsung dibatasi. Bila di Hari Lebarang kita berkumpul saling memaafkan, saat ini tidak bisa. Rasullah sebagai panutan kita semua, beliau mengajarkan kepada kita tentang

Rumus Bahagia

Oleh : Ayah Salwa Jalan hidupuntuk bahagiabekal duniadan kelak nanti hidup diduniahanya sementarakelak abadinanti diasana tanamankan keimanansholatlah didahulukanselalu menjalankan perintahnyaselalu meninggat Allah

Tulisan Sebelum Tidur #3

Lebaran yang Berbeda Suara takbir, tahmid dan tahlil terdengar begitu keras. Rumah saya memang sangat dekat dengan mesjid. Sampai pukul 21.25 WIB anak-anak masih bersemangat menggemakan takbiran. Kali ini lebaran terasa berbeda, terbayang besok kami sholat idul fitri hanya dihalaman rumah. Kebetulan pelaksanaan sholat idul fitri dekat dengan rumah. Panitia Sholat Idul Fitri memperbolehkan sholat di halaman rumah sekeluarga. Suasana whatsapp sudah ramai dengan kiriman ucapan selamat idul fitri dan

Ditinggal Ramadhan semoga ditinggal Korona

Hari ini Sabtu tanggal 23 Mei 2020 bertepatan dengan tanggal 30 Ramadhan 1441 H. Rasa sedih pastinya ada disetiap umat yang selalu rindu dengan nikmatnya ibadah di bulan Ramadhan. Sedih saat meninggalkan bulan Ramadhan bulan yang penuh ampunan. Kondisi saat ini kita semua masih diliputi wabah korona. Lebaran kali ini tentu sangat berbeda dengan lebaran-lebaran sebelumnya. Lebaran yang serba terbatas. Biasanya sholat idul fitri leluasa, akan tetapi kita dibatasi. Boleh

Tulisan Sebelum Tidur #2

Usang tapi Bersejarah Usai sholat taraweh berjamaah, mata ini tertuju pada tumpukan buku yang ada persis didepan. Kedua mata ini melihat detail tumpukan buku yang penuh memenuhi rak buku. Saya tarik sebuah foto copyan majalah Warga PAUDNI tahun 2012, wow sekarang tahun 2020 berarti sudah cukup lama. Fotocopyan majalah tersebut memuat materi tentang dongeng. Dongeng untuk karakter anak begitulah kalimat yang ada pada cover majalah tersebut. Bila para pembaca mengenal