Bambang Purwanto

Rapor Literasi sebagai Bukti Transformasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  SMP Taruna Bakti

Rapor Literasi sebagai Bukti Transformasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS)SMP Taruna Bakti Oleh : Bambang Purwanto, S.Kom., Gr. Guru Informatika dan Koordinator Literasi SMP Taruna Bakti bambangpurwanto64@guru.smp.belajar.id bangpurwa@gmail.com www.penamrbams.id A — Awal Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah program dari pemerintah. Landasan hukum dari GLS adalah Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. SMP Taruna Bakti sekolah yang sangat peduli dengan kegiatan literasi. Sejak itulah tim literasi di SMP

Makna di Balik Poin Kebaikan: Literasi Hati di Era Digital

🌱 Makna di Balik Poin Kebaikan: Literasi Hati di Era Digital Di era sekolah digital yang serba cepat dan terukur, banyak hal dinilai dengan angka: nilai ujian, skor keaktifan, atau jumlah tugas yang dikumpulkan. Namun di tengah arus ini, SMP Taruna Bakti menghadirkan sebuah langkah kecil yang memiliki makna besar — mengganti istilah “poin keaktifan” menjadi “poin kebaikan.” Sekilas, ini tampak seperti perubahan kata biasa.Namun sesungguhnya, perubahan istilah ini menyentuh

Kegiatan Literasi SMP Taruna Bakti dan Kaitannya dengan SDGs

Kegiatan Literasi SMP Taruna Bakti dan Kaitannya dengan SDGs Program literasi di SMP Taruna Bakti tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, kecerdasan digital, dan kepedulian lingkungan.Mari kita lihat keterkaitannya dengan SDGs: No SDG Keterkaitan dengan Program Literasi SMP Taruna Bakti Analisis Dampak 4 Pendidikan Berkualitas POLITERA (Poin Literasi), Rapor Literasi, dan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) meningkatkan minat baca, kemampuan berpikir kritis, dan budaya belajar

Dampak Rapor Literasi di SMP Taruna Bakti

Tentu, Rapor Literasi (sebagai hasil dari sistem POLITERA) di SMP Taruna Bakti adalah implementasi GLS yang sangat menarik. Berikut adalah analisis menyeluruh mengenai dampak positifnya terhadap seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). 📝 Analisis Dampak Positif Rapor Literasi Rapor Literasi mentransformasi literasi dari sekadar kegiatan soft skill menjadi komponen pembelajaran yang terukur dan akuntabel. Ini adalah kunci keberhasilannya. 1. Dampak Positif bagi Murid (Siswa) 🧑‍🎓 Dampak Positif Analisa Motivasi & Kompetisi Rapor

Model Rapor Literasi di SMP Taruna Bakti

Model Rapor Literasi Digital Humanistik: Inovasi Asesmen Literasi Siswa di SMP Taruna Bakti Bandung Bambang Purwanto (Mr. Bams)Guru Informatika SMP Taruna Bakti BandungEmail: penamrbams.id Abstrak Artikel ini membahas inovasi Rapor Literasi Digital Humanistik karya Bambang Purwanto (Mr. Bams) yang dikembangkan di SMP Taruna Bakti Bandung. Rapor Literasi ini merupakan instrumen asesmen otentik yang menilai aktivitas literasi siswa berdasarkan data kuantitatif dan kualitatif: poin literasi bulanan, hasil kecepatan efektif membaca (KEM),

SMP Taruna Bakti Sekolah Literasi Modern dan Adaptif.

Kalau kita melihat perjalanan SMP Taruna Bakti Bandung dari perspektif sekolah literasi, terutama dengan adanya program POLITERA (Poin Literasi) dan integrasi digital seperti yang Anda kembangkan melalui penamrbams.id, maka sekolah ini sudah berada di jalur yang tepat untuk disebut Sekolah Literasi Modern dan Adaptif. Berikut analisa lengkapnya dalam empat dimensi utama: 🏫 1. Dimensi Filosofis: Literasi sebagai Jiwa Sekolah SMP Taruna Bakti tidak hanya menjadikan literasi sebagai kegiatan tambahan, tetapi

Poin Kebaikan ala Mr. Bams dalam Proses Pembelajaran di SMP Taruna Bakti

Menumbuhkan Semangat Belajar dan Literasi Digital Melalui Sistem Poin Kebaikan: Refleksi Pengalaman Mengajar di SMP Taruna Bakti Oleh: Bambang Purwanto (Mr. Bams) Guru Informatika SMP Taruna Bakti Bandung Abstrak Artikel reflektif ini menggambarkan pengalaman pembelajaran yang dilakukan penulis dalam mengintegrasikan sistem poin keaktifan—yang kemudian dikembangkan menjadi poin kebaikan—sebagai pendekatan inovatif untuk menumbuhkan motivasi belajar dan literasi digital peserta didik di SMP Taruna Bakti Bandung. Melalui strategi pemberian poin atas kehadiran,

Mr. Bams: Dari Pena ke Data, Menulis Kebaikan Lewat Literasi Digital

Awal yang Sederhana, Niat yang Tumbuh Setiap guru memiliki kisah yang unik, namun perjalanan Bambang Purwanto, yang akrab disapa Mr. Bams, adalah kisah tentang bagaimana literasi bisa menjadi napas perubahan dalam pendidikan.Berawal dari kebiasaan sederhana — membaca dan menulis refleksi tentang kehidupan di sekolah — Mr. Bams menjadikan kegiatan menulis bukan sekadar pelengkap pembelajaran, melainkan alat untuk memahami diri dan dunia. Melalui catatan-catatan awal di situs pribadinya, penamrbams.id, ia menuliskan

Perjalanan Literasi Mr. Bams: Menenun Kebaikan dari Kata dan Data

Di setiap langkah seorang guru, selalu ada jejak pembelajaran yang lebih luas daripada sekadar mengajar. Begitu pula dengan Bambang Purwanto, atau yang akrab disapa Mr. Bams, sosok yang mengubah ruang kelas menjadi laboratorium literasi digital di SMP Taruna Bakti Bandung. Perjalanan literasi Mr. Bams tidak dimulai dari proyek besar, melainkan dari kegemaran sederhana: membaca, menulis, dan berbagi refleksi tentang kehidupan dan pendidikan. Ia percaya bahwa literasi bukan sekadar kegiatan akademik,