Kemenangan Penuh Kesabaran

Takbiran berkumandang di pagi hari. Pagi itu panitia sholat id sibuk mengatur jamaah hang datang ke tempat sholat. Anak-anak dipersilahkan pulang, karena keterbatasan tempat. Suasana kali ini memang sangat berbeda sekali dar lebaran-lebaran sebelumnya. Saya menggelar sajadah persis dihalaman rumah. Pagar terbuka sedikit. Lantunan takbir yang bersahutan saya ikuti dengan khidmat. Tak terasa air mata menetes. Awan dan langit yang terlihat begitu cerah menambah hidmatnya suasana pagi ini.

Terdengar ajakan imam untuk melaksanakan sholat dua rakaat yang khas dibanding dengan sholat lainnya. Usai sholat khotib memberikan tausyiah sesuai dengan kenyaataan yang sedang dialami. Butuh kesabaran dalam menghadapi bulan ramadhan dan bulan-bulan berikut.

Ramadhan dengam waktu satu bulan sebagai bulan pendidikan dimana guru besarmya langsung Allah SWT. Kitalah sebagai peserta didikmya. Kurikulumnya adalah ibadah saum dengan tujuannya agar menghantarkan ketaqwaan untuk mudah masuk surganya Allah SWT. Waktu selama satu bulan.

Ibadah ramadhan kali ini di tengah wabah korona yang menjalar hampir 5,31 juta dengan yang meninggal lebih dari 300 ribu orang yang meningg dunia. Sebuah angka gang sangat fantastis.

Khotib menjelaskan bahwa saatnya kita meningkatkan Imunitas atau kekebalan fisik, sosial, spiritual dan mental. Membangun kepedulian empati sosial. Menjaga fisik, spiritual dan mental menjadi jal yang sangat penting untuk terus ditingkatkan. Semua harus dilakasanakan dengan penuh kesabaran. Sabar yang memiliki dua dimensi, yaitu sabar dengan menahan diri dan sabar dengan tidak berputus asa. Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong.
Saum itu setengahnya sabar dan sabar itu setengahnya iman.

Khotib pun diakhir khutbahnya memohon ampunan untuk semua, semoga Allah SWT segera mencabut wabah korona ini secepatnya agar hidup kembali normal.

Usai sholat kami sekeluarga bersalaman, dan dilanjutkan berdiri di pagar halaman meyaksiksan warga yang pulang. Kami ucapkan salam dari jauh untuk mereka.

14 tanggapan untuk “Kemenangan Penuh Kesabaran

  • 24/05/2020 pada 1:50 pm
    Permalink

    Ramadhan pesantren untuk umat yang bertakwa. Setelah melalui pesantren kita nikmati hari kemenangan dengan kembali kepada fitrah yang suci aamiin ya Rabb ballaalamiin

    Balas
    • 24/05/2020 pada 5:01 pm
      Permalink

      Minal aidin walfaizin , taqabbalallahuminnawaminkum, barakallahufikum

      Balas
  • 24/05/2020 pada 4:33 pm
    Permalink

    Met lebaran, Mr. Bams. Mohon maaf lahir dan batin!

    Balas
  • 24/05/2020 pada 6:52 pm
    Permalink

    Haru biru lebaran x ini. Melatih untuk lebih bersbar. Mhon maaf lahir dan bathin Mr Bams

    Balas
  • 25/05/2020 pada 9:13 am
    Permalink

    Mrbams dan keluarga …
    Kami mengucapkan :
    Selamat hari Raya idul Fitri 1 syawal 1441 H
    Mohon maaf lahir dan bathin

    Balas
  • 25/05/2020 pada 5:11 pm
    Permalink

    Maaf lahir batin mrbams n fams

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *