Ramadan Lahirkan Generasi Cinta Mesjid

Ramadan telah usai. Rasa lelah tentunya sangat dirasakan pada saat bulan Ramadan. Saat harus bangun lebih awal untuk makan sahur ditambah malam setelah isya harus melaksanakan sholat Taraweh. Lelah tapi tetap dilaksanakan. Lelah tetapi jelas yang dituju. Aktivitas datang ke mesjid di bulan Ramadan bertambah. Sholat beramaah sangat diutamakan di mesjid. Mesjid-mesjid begitu ramai dikunjungi oleh kamu muslim.

Apakah mesjid masih tetap ramai usai Ramadan ini. Selasa tanggal 3 Mei 2022 saya melaksanakan sholat di Mesjid Nurul Huda RW 15 Kel Sekeloa di Kota Bandung. Mesjid ini memang luar biasa, saat sholat berjamaah Maghrib begitu banyak jamaah disini. Bahkan setelah sholat saya sempat berbincang dengan jamaah disana. Selama Covid pengurus DKM selalu membuka mesjid ini tanpa merenggangkan shaf. Walau tetap prokes yang lain dijalankan dengan ketat.

Ramadan sepantasnya menjadi pengingat bagi semua bahwa mesjid merupakan rumah Allah terdekat dari rumah. Mesjid menjadi tempat ibadah yang punya nilai lebih khususnya bagi laki-laki. Mencintai mesjid sepantanya ada dihati setiap kaum muslimin.

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Artinya: “Salat berjamaah melampaui salat sendirian dengan (mendapatkan) 27 derajat.” (HR. Bukhari)

Semoga Ramadan menjadi pengingat sebuah gerakan untuk mencintai mesjid. Semoga lahir generasi yang lebih baik setelah Ramadan ini. Ajak anak-anak untuk mulai melaksanakan sholat berjamaah di mesjid. Orang dewasa bisa menjadi contoh bagi anak-anak. Banyak aktivitas dan berbagai manfaat saat sholat berjamaah di mesjid. (Mr. Bams)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.