Tulisan Sebelum Tidur #1

Berhentilah Menulis Bila Jarang Membaca

Senang dan bahagia hari ini menjadi malam pertama untuk menerima tantangan dari Omjay. Berani-beraninya Omjay menantang setiap orang melalui bukunya. Buku “Menulislah Setiap Hari danBuktikan Apa yang Terjadi”.

Buku ini menghipnotis saya untuk mencoba seberapa kuat bisa menulis sebelum tidur. Menulis bisa dari apa yang dirasakan. Menulis bisa dari apa yang dilihat. Menulis bisa dari apa yang didengar. Menulis bisa dari apa yang didengarkan. Wah, banyak juga. Saya harus mulai dari mana?

Berhentilah menulis bila belum membaca buku! Kalimat ini saya buat tadi siang, saat mata jenuh selalu melihat laptop dan gawai. Kuambil buku yang baru datang dari Omjay, saya asik membaca walau belum usai sampai saat ini. Buku juga ada sejarahnya, tidak semua tahu sejarah tentang buku.

Buku pertama dilahirkan di Mesir pada tahun 2400 san Sebelum Masehi. Saat itu bentuknya kertas yang digulung disebutnya papirus. Sementara buku yang bentuknya kertas baru ada tahun 200an Sebelum Masehi yang dibuat di Tiongkok.  Buku saat itu terus berkembang saat pedagang muslim membawa teknologi penciptaan kertas dari Tiongkok ke Eropa. Kita pun pasti kenal dengan Gutenberg sang pencitpa mesin cetak.

Membaca buku merupakan cara sehat agar nutrisi dalam menulis bisa mengalir dengan deras. Rajin membaca buku dalam keseharian termasuk cara sehat mengelola pikiran dan jiwa. Mulai saat ini mari seimbangankanlah antara membaca dan menulis, karena dua hal ini harus tetap dalam satu jiwa.

9 thoughts on “Tulisan Sebelum Tidur #1

    • 22/05/2020 pada 12:07 am
      Permalink

      Selesai menulis, belum bisa tidur juga. hehehe…

      Balas
    • 22/05/2020 pada 4:14 am
      Permalink

      Mantap.
      Tulislah apa yang anda baca
      Tulislah yang anda lihat
      Tulislah yang anda rasakan
      Tulislah yang anda dengar
      Tulislah yang anda lakukan
      Jadilah Blogger Sejati.

      Balas
  • 22/05/2020 pada 12:25 am
    Permalink

    Sangat mengagumkan…
    Ya Mr….dengan rajin membaca buku itu sarana untuk nutrisi Mata menjadi cerah dan hati serta pikiran menjadi tersirami sebagai obat untuk kesehatan jiwa… MasyaAllah sangat menginspirasi

    Balas
  • 22/05/2020 pada 1:27 am
    Permalink

    Benar Bapak, dengan banyak membaca banyak ide didapat, menulis pun jadi lancar

    Balas
  • 22/05/2020 pada 5:40 am
    Permalink

    membaca dan menulis harus beriringan setuju OM JAY

    Balas
  • 22/05/2020 pada 7:18 am
    Permalink

    Keren pak,saya juga baru mulai baca buku nya omjai.

    Balas
    • 22/05/2020 pada 9:01 am
      Permalink

      Sayang saya di dusun, di tengah rimba Kalimantan, susah dapat buku, apalagi buku omJay, th 90an saya pernah rajin nulis di SK Dinamika Pembangunan ( sekarang Kalteng Pos). Tgl14 Maret 2019 kena stroke pendarahan di sekolah waktu membuka UNBK yg dihadiri jajaran pejabat Disdik Prov. Kalteng, saat ini masih pemulihan, tapi saat nge tik sering spasinya kelewatan mohon sumbang saran, dan bagaimana ya bisa mendapat kan / membeli buku Om Jay?

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *