Tulisan Sebelum Tidur #32

Menulislah apa yang dirasakan. Menulislah apa yang dilakukan. Hari Minggu ini terasa padat. Pagi hari sekali harus sudah keluar rumah untuk memastikan tetangga menyiapkan persiapan pemakaman keluarganya yang meninggal. Dalam seminggu ini ada dua orang yang meninggal di RT kami. Setelah itu saya langsung ke ATM BJB untuk mengambil uang tunjangan sertifikasi. Hari ini rasanya bahagia bisa melaksanakan niat untuk berqurban seperti yang dicita-citakan oleh isteri. Kuberikan uang cukup untuk ikut bersama tetangga yang lain berqurban sapi.

Dua acara sekaligus dipagi hari ini menguras tenaga. Mengurus yang meninggal dan kerja bakti di RT 08. Sebelum ke pemakaman saya harus melihat yang sedang melaksanakan kerja bakti untuk memberikan semangat dan penghargaan kepada warga. Pembangungan yang dilakukan dengan swadaya merupakan cara berbakti dan bela kepada negara dan layak diapresiasi.

Saat setelah melihat pelaksanaan kerja bakti saya pun tetap harus bisa mendampingi proses pemakaman orang tua warga RT 04 yang meninggal. Saat berangkat menuju pemakaman saya bertemu dengan Kepala Desa Lebakwangi yang memang berniat untuk melihat pelaksanaan kerja bakti di RT 08. Laju sepeda motor saya pun berhenti. Menyapa pa Kades walau tak lama harus ke tempat pemakaman.

Sebelum ke tempat pemakaman saya mampir untuk menemui warga yang beda RW sedang melaksanakan kerja bakti membuat jalan menuju pemakaman. Saya temui Ketua RW 10 untuk memberikan sedikit titipan dari Kas Pengurus RW untuk menambah dana konsumsi hari ini. Setelah itu saya langsung menuju pemakaman yang telah siap menanti almarhum dan rombongan. Pak RW, bapak feelingna hade (bagus) kata pekerja galian kubur. Saya ingat saat hari Kamis usai pemakaman meminta untuk membersihkan satu blok pemakaman tersebut. Mun aya anu maot deui meh bersih, jadi ngagalina oge raoseun. (Kalau ada yang meninggal lagi, saat menggali kubur lebih nyaman).

Kali ini karena Bapak Ketua DKM tidak ada seperti biasa saya menjadi Pembawa Acara di acara pemakaman. Menjadi serba bisa rasanya jadi tuntutan pemimpin di lingkunagan masyarakat. Pengalaman ngeMC dalam acara resmi dan hiburan memang menjadi modal untuk bisa berbicara di depan umum, sekalipun dalam acara duka.

Senang juga hari ini bisa melihat Omjay melaksanakan live di zoom. Ikut bergabung walau tidak lama karena badan kurang sehat, saat adzan isya langsung pamit. Saya langsung sholat isya dan setelah itu tidur dan terbagun pukul 21.30 WIB. Begitu bagun saya minta Ibu Salwa untuk memberikan penghangat di punggung sambil dipijat, wah rasanya nikmat sekali. Usai itu segera langsung membawa laptop ke kamar untuk mengerjakan persiapan kegiatan beso yaitu Kelas Blog Pelajar. Setelah di rekap ternyata ada 12 sekolah yang bergabung. Semoga senantiasa kita semua selalu dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kemudahan dalam setiap urusan.

18 thoughts on “Tulisan Sebelum Tidur #32

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *