Rayakan Pendidikan dengan Menulis
Alhamdulillah tulisan Mr. Bams dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2023
Alhamdulillah tulisan Mr. Bams dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2023
Istilah merdeka belajar saat ini begitu sering terdengar. Apakah selama ini belajar itu tidak merdeka? Apakah selama ini cara mengajar dan medidik guru banyak kekurangannya? Banyak pertanyaan yang membuat istilah merdeka belajar ini menjadi muncul kepermukaan. Nah, bagaimana guru Merdeka Belajar menurut Kemdikbud, inilah penjelasan dari laman https://ayogurubelajar.kemdikbud.go.id. Apa tujuan program Guru Belajar dan Berbagi seri Guru Merdeka Belajar? Tujuan UmumMengacu pada model kompetensi guru, program Guru Merdeka Belajar akan
Aktifitas guru tak akan bisa dipisahkan dari kegiatan membaca. Guru memang harus selalu menyirami hati dan pikiran dengan asupan yang bergizi. Asupan bergizi berupa bahan bacaan. Sumber bacaan bisa dari buku, majalah, koran serta yang lainnya baik bentuknya fisik atau digital. Era kekinian, rasanya kurang lengkap bila seorang guru tidak terus memperbaharui informasi yang ada. Penguasaan informasi dalam kekinian membuat hati dan pikiran tidaklah kering. Inilah yang membuat jiwa akan
Oleh :Bambang Purwanto, S.Kom., Gr.(Guru dan Tim Literasi SMP Taruna Bakti, blogger, pendongeng, pengelola taman baca) Membaca di halaman online republika.co.id tanggal 20 Mei 2020 yang berjudul “Mendikbud : Belum Bisa Dipastikan Kapan Siswa Kembali Sekolah”. Kita sebagai guru tentunya merasa tidak ada kejelasan, karena memang dampak dari wabah Covid 19 ini tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir. Bila pun nanti dinyatakan berakhir pun, belum tentu langsung dalam kondisi normal.
Covid….covid….kapankah engkau enyah dari bumi ini? Setiap orang saat ini pasti ingin segera usai dengan wabah pandemi covid 19 ini. Semua yang bisa dilakukan dirumah, maka dirumah saja. Penulis saat ini merasakan dan mengamati begitu banyaknya acara di dunia cyber. Sehingga saat ini setiap orang diserbu dengan berbagai acara. Acara yang hanya diikuti dengan modal gawai. Tentunya gawai yang terkoneksi internet. Acara yang diselenggarakan secara resmi kedinasan atau yang dibuat
Kebiasaan menjadi MC, sekarang tetap tersalurkan. MC di sekolah, di tempat hajatan, di tempat reunian dan berbagai tempat pernah penulis rasakan. Suka dukanya banyak. Pernah dibayar dengan nasi kotak, itu kalau jadi MC di pentas Agustusan. Kebiasaan bicara didepan umum yang dilatih sejak SMA kelas 1 ternyata berbuah manis. Nah, bila jadi moderator di kelas yang dilaksanakan di grup whatsapp baru sekarang penulis rasakan. Om Jay lah yang menjerumuskan sebagai