Peserta No 029 Lomba Menulis 2 Tahun Penamrbams.id

029SRI YAMINI,S.PdSDN 210 BABAKAN SINYAR BANDUNGJawa Barathttps://literasingeblog.blogspot.com/

Emak_Emakngeblog di Era Digital Industri 4.0

Pada tahun 2015 Penulis mengikuti kegitan Workshop dengan tema “ E_learning Untuk Rakyat”. Diselenggarakan oleh Komunitas Guru TIK dan KKPI, Relawan TIK didukung oleh Telkom Indonesia,Tbk. Isi materi seputar TIK dan Ngeblog, Penulis mengetahui tentang” Ngeblog” pada tanggal 26 September 2015 bertempat di Gegergalong Hilir_Bandung

Bisa bertemu dengan Master-master Ngeblog seperti Mr.Wijaya Kusumah,Mr.Bambang Susetyanto dan kawan-kawan. Penulis mendapatkan sertifikat 8 jam dari kegiatan workshop tersebut. Alhamdulillah…bisa bertemu dengan guru-guru Blogger yang sudah terkenal.

Karena rasa penasaran apa itu ngeblog ???

Lalu pada tanggal 29-31 Desember 2016 sampai awal Januari tahun 2017 mengikuti pelatihan menulis di grup”Teacher Writing Camp Batch 6 “ /TWC Batch 6 bersama Trainer Mr.Wijaya ( OmJay),Mr.Namin AB Ibnu Solihin, Mr.dari Blog Kompasiana namanya lupa lagi dkk, bertempat di Wisma UNJ Jakarta selama 3 hari menginap bersama teman-teman grup Pegiat Literasi Jawa Barat ( KPLJ ) yang bertempat di LPMP Jawa Barat.Teman-temanku bernama Bunda Erni Wardhani Guru SMKN dari Cianjur, Bunda Ade Supriatin Guru SMP dari Cianjur,Bunda Ihat Solihat Guru SD dari Cianjur,Bunda Kartika Guru SMP dari Tasikmalaya dan Bunda Sri Yamini Guru SD dari Bandung (Penulis ).

Selama mengikuti pelatihan diberikan materi tentang menulis buku,menulis di blog, motivator pendidikan dll. Peserta diberi tugas untuk menulis selama 3 hari 2 malam harus tugas selesai di kirim ke panitia TWC Batch 6 sebanyak 20 lembar tulisan ukuran kertas A4. Tantangan yang sangat berat, peserta harus mencoba dan harus selesai agar pelatihan tersebut tidak sia-sia.

Pertama menulis bingung untuk mencari kata-kata dan ide, karena tulisan yang harus dikumpulkan tidak boleh hasil chating ke Mbah Google.Pada hari ke 1 dan ke 2 masih bingung harus menulis judul apa ???

Sambil merenung dan berpikir akhir ingat ada kisah tentang diriku selama ini berjuangan untuk jadi guru PNS.

Setelah dapat ide dan kata-kata baru kubuka laptop mulailah menulis judulnya adalah “ Dari Guru Honorer Menjadi Guru PNS Karena Dari Kegagalan Menjadi Suatu Keberkahan Di Masa Depan”. Judul tersebut terlalu panjang kata pembimbing pas dibuat buku antologi dipersingkat judulnya menjadi “ Dari Guru Honorer Menjadi Guru PNS “.

Setelah ada ide dan mulailah menulis isi tulisanku adalah :

  1. Mulai jadi guru honor awal Juli 1987 (Setelah lulus SPG =Sekolah Pendidikan Guru ).
  2. Mengikuti Tes CPNS 5x gagal dan Tes PNS yang ke 6  baru lulus tahun 2006
  3. Mengikuti Tes Guru Bantu 2x gagal
  4. Berkeluarga mempunyai 4 orang anak (Anak no 1 dan 3 meninggal dunia waktu bayi dan anak yang masih hidup anak no 2 dan 4 )
  5. Mengikuti Kuliah D2 PGSD sampai lulus tahun 2001 dan S1 PGSD sampai lulus tahun 2010

Sambil menulis cerita tersebut berlinang air mata, karena sedih juga tes tidak lulus, belum ditinggalkan oleh anak-anakku yang masih bayi (meninggal dunia ). Perjuanganku sangat berat dan suami selalu memberi motivasi dan moril yang tidak henti-hentinya. Ide-ide tersebut bermuculan di dalam pkiranku.

Sehingga kami begadang dari pulang dari kelas pelatihan pukul 22.00-05.00. Nanti kembali ke dalam kelas pukul 08.00-22.00 ada jeda waktu sholat Dhuhur,Ashar, Magrib dan Isha. Tidak terasa tulisanku mencapai 20 halaman. Kami di dalam kamar bersorak-sorai dengan teman-temanku. Kebahagiaan hasil dari sebuah perjuangan yang melelahkan dan membosankan.

Pada tahun 2016 mengikuti workshop secara daring dari Grup SAGUSABLOG (SATU GURU SATU BLOG ). Sebagai Trainer adalah Mr. Amin Mungamar dari IGI .Beliau sebagai Guru Mata Pelajaran TIK di  SMPN Kaliwungu Jawa Tengah.Penulis mengenal beliau di GRUP TELEGRAM SAGUSABLOG.

Dari Mr.Amir Mungamar dapat ilmu tentang menulis di blog. Pelatihan selama satu minggu pada tanggal 22-29 Oktober 2016. Materi yang diajarkan seperti :

  1. Membuat blog guru dengan engine blogger
  2. Mendesain template blog guru dengan template bawaan blogger
  3. Mengganti template blog guru dengan template dari pihak ke 3
  4. Mendesain header blog guru
  5. Mengelola dan menghias blog guru yang terdiri dari :
  6. Postingan artikel, gambar, teks,video
  7.  Postingan Laman
  8. Postingan artikel dengan pemenggalan paragraf
  9. Membuat label/katagori postingan
  10. Menambah widget-widget penting seperti populat post,recent post,recent comment, Daftar link,Statistik Blog
  11. Membuat link dalam tulisan
  12. Membuat link downloud dari googe drive
  13. Membuat soal online di google drive
  14. SEO (Search Engine Optimization
  15. Monetize Blog
  16. Custom Domain dengan domain premium/domain gratis

Itulah yang Mr.Amir Mungamar, karena Penulis dulu Gaptek yang bingung juga istilah –istilah dari blog tersebut. Dengan sering mengotak-atik laptop dan mencari video di youtobe tentang menulis di blog. Nama blog hasil pelatihan dihapus olehku. Karena masih kurang paham dalam mengelola blog. Akhirnya banyaknya juga ilmu yang didapatkan , asal kitanya rajin menyimak,membaca dan berlatih.

Pada awal bulan Nopember 2020 Penulis bergabung ke Grup “Cakrawala Blogger Guru Nasional “. Trainer di Grup Blogger Mr.Brian, Mr.Susanto,Mr.Mazmo,Mr.Sucipto, Bunda Rita Wati,  Bunda Aam dan suatu kehormatan Guru Blogger Mr.Wijaya Kusumah (OmJay) suka berbagi link tulisanya dkk.

Di grup tersebut setiap hari ramai dengan Jadwal Lagerunal Mingguan

  1. Senin Blog Walking.

Share tulisan lama atau baru. Bebas tema.Silahkan dibaca, dikomentari, saling berbagi.

  • Selasa Pantun Bale

Terpilih 1 tulisan dari Senin BW, lalu buat tulisan Pantun Bale. Semua tulisan di hari Selasa berhak mendapatkan hadiah di hari Kamis.

  • Rabu Bebas.
  • Kamis Menulis

Menulis dengan tema.

  • Jum’at

Didapatkan 1 orang untuk mendapatkan hadiah dari sponsor. Tulisan yag behak dapat adalah tulisan dari Selasa Pantun Bale dan Kamis Menulis.

Setelah itu, bebas.

  • Sabtu Youtube Channel

Share link youtube. Bebas tema. Silahkan ditonton, komentar saling subscribed dan like.

  • Minggu

     Bebas.

Pada tahun pelajaran 2019-2020 bulan Maret 2020 semester 2 di Indonesia terjadi musibah yang menggemparkan dunia. Di Indonesia paling lama penyembuhan dari pandemi Covid.19 dan Varian Delta. Lalu  awal tahun 2022 muncul lagi virus baru bernama Omicron. Akhirnya murid-murid TK ,SD,SMP,SMA/SMK dan Perguruan Tinggi “Belajar Dari Rumah ( BDR )”.

Sejak terjadi Pandemi Covid.19, Varian Delta, dan Omicron oleh Pemerintah diumumkan belajar dari rumah saja. Mulai hari Senin-Sabtu dilaksanakan BDR dan PJJ. Lumayan cape juga dalam memerika tugas-tugas dari murid-muridku yang di kirim ke Washap atau Telegram/HP. Biasa KBM masuk sekolah jam 07.00-12.00 murid-muridku sudah pulang, sedangkan guru-gurunya pulang fingerpin jam 13.30.

Hasil dari literasi dengan murid-muridku menghasilkan sebuah buku dengan judul “ Kegiatan Selama Pandemi Covid 19 Belajar Daring Guru & Siswa “. Murid-muridku bernama :

  1. Nadya dan judul tulisannya adalah
  2. Liburan Sekolah Di Rumah Saja
  3. Kegiatanku Selama Covid.19
  4. Liburan Ke Rumah Nenek Saat Covid.19
  5. Belajar Di Rumah Saja
  6. Lebaran Di Rumah Saja
  7. Membersihkan Rumah
  8. Syukuran Adikku Saat Covid.19
  • Nisrina dan judul tulisannya adalah
  • Stay At Home Saja
  • Virus Corona…Virus Corona ( Covid.19 )
  • Bermasya Di Masa Virus Corona
  • PJJ Stay At Home VS Covid.19
  • Botram Di Rumah Nenek
  • Mensyukuri Nikmat
  • Membuat Kue Donat
  • Alea dan judul tulisannya adalah
  • Senangnya Stay At Home
  • Kegiatanku Selama Covid.19
  • Berolah Raga Di Saat Covid.19
  • Lebaran Di Rumah Saja
  • Salsa dan judul tulisannya adalah
  • Stay At Home
  • Bulan Suci Ramadan Di Tengah Situasi Pandemi Covid.19
  • Sabrina dan judul tulisannya adalah
  • Gara-gara Covid.19 Aku Tidak Ke Sekolah
  • Belajar Mengaji Di Rumah Saja
  • Membuat Nasi Goreng Ala Covid.19
  • Olah Raga Di Masa New Normal

Pada tahun 2013 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri Nomor 23 tahun 2013 .Mencanangkan sebuah gerakan literasi sekolah untuk membantu murid. Dalam menumbuhkan budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah.

Sebaliknya aktivitas menulis akan lebih berbobot jika dilengkapi beragam sumber referensi sebagai hasil dari kegiatan membaca. Menulis bisa berarti mengungkapkan hasil proses membaca dengan baik secara kongkrit lewat tulisan. Tradisi  menulis terasa sepi dikalangan siswa dan pendidik ???

Padahal kita sudah belajar menulis dan membaca sejak di sekolah TK,SD,SMP,SMA/SMK,Perguruan Tinggi. Ada beberapa faktor yang kita tidak mengetahui antara lain :

  1. Kurang berhasrat /  motivasi untuk menulis.
  2. Menulis dianggap kurang penting.
  3. Kurang bahan  atau ide
  4. Lemah pengetahuan kebahasaan
  5. Tidak menguasai keterampilan menulis
  6. Tidak ada waktu luang
  7. Kurang berlatih dan merasa malas
  8. Kurang percaya diri

Kegiatan membaca merupakan kegiatan yang mudah dilakukan. Namun sulit untuk menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan membaca belum membudaya pada masyarakat, khususnya di kalangan murid-murid. Kegemaran membaca bukanlah faktor keturunan. Kegemaran membaca atau kebiasaan membaca dapat diperoleh melalui pembiasaan dan latihan yang kontiyu.

Membaca adalah pondasi dasar kemampuan murid. Apabila murid kurang rajin membaca (tidak bisa membaca) akan berdampak pada hasil belajarnya. Di samping itu kemampuan membaca juga berkaitan erat dengan kemampuan menulis. Semakin banyak bacaan yang dibaca. Maka semakin luas pengetahuan atau informasi yang diperoleh.

Artinya semakin banyak gagasan yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Sedangkan minat baca adalah keinginan yang kuat yang dsertai dengan usaha seseorang untuk membaca. Orang yang mempunyai minat baca yang besar bersedia untuk mendapatkan bahan bacaan dan kemudian membacanya atas keinginan sendiri.

Orang yang minat bacanya tinggi akan menjadikan membaca sebagai kebiasaan sekaligus kebutuhan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan minat baca masyarakat Indonesia masih rendah adalah :

  1. Belum ada kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini.

Orang tua dan anak-anak biasanya mengikuti kebiasaan leluruh tidak suka baca.

  • Akses fasilitas pendidikan belum merata dan minimny kwalitas sarana pendidikan.Sudah menjadi fakta bahwa kita masih melihat banyak anak yang putus sekolah. Sarana pendidikan yang tidak mendukung, KBM dan panjangnya rantai birokrasi dalam dunia pendidikan. Hal inilah yang secara tidak langsung menghambat perkembangan kualitas literasi di Indonesai.
  • Pengaruh minat baca murid sehingga kreatifitas murid meningkat adanya keseriusan pemerintah selaku pemangku kebijakan dalam skala yang lebih luas lagi. Adanya bermunculan gerakan literasi di sekolah.
  • Masih kurangnya produksi buku-buku di Indonesia sebagai dampak dari belum berkembangnya penerbit di daerah, insentif bagi produsen buku dirasa kurang adil, wajib pajak bagi penulis yang mendapatkan royalti rendah.Sehingga memadamkan motivasi mereka untuk melahirkan buku-buku berkualitas.

Semakin populer dan dikenal luasnya istilah literasi dan gerakan literasi di Indonesia. Ada 4 kemajuan literasi di Indonesia seperti :

  1. Semakin tumbuhnya kesadaran betapa strategis dan pentingnya bagi kemajuan dan masa depan masyarakat dan bangsa Indonesia.
  2. Semakin disadarinya oleh sebagian besar kalangan masyarakat Indonesia termasuk pemerintah. Adanya tradisi dan budaya literasi yang luar biasa.
  • Semakin kuatnya kepedulian dan keterlibatan berbagai kalangan masyarakat, komunitas dan pemerintah. Dalam usaha-usaha menumbuhkan, menyebarluaskan, kegiatan,program, tardisi dan budaya literasi di lingkungan masyarakat, lingkungan komunitas dan lingkungan pendidik.
  • Semakin banyak gerakan-gerakan literasi yang berkembang di sekolah, masyarakat dan pemerintah. Berbagai festival,lomba dan pertemuan ilmiah tentang literasi sebagai bagian dari gerakan literasi.

Sumber Dari : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Gerakan Nasional Literasi Bangsa, Jakarta : Kemendikbud,2016.

Sebuah program unggulan hasil kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah Australia Selatan.Di Indonesia bahkan sekarag istilah literasi lebih populer dibandingkan istilah melek aksara. Dapat dikatakan bahwa dalam beberapa tahun kebelangan istilah literasi dan gerakan literasi.

Semakin di kenal luas oleh masyarakaat Indonesia. Termasuk pegiat literasi di masyarakat, di sekolah. Di kalangan pendidik sudah banyak yang pandai menulis buku. Usiaku tidak muda lagi ,mungkin di usia 56 tahun kebanyakan orang sudah malas untuk belajar.

Tetapi samangat untuk belajar dan belatih masih menggebu-gebu. Kita sebagai pendidik harus pandai meluangkan waktu untuk bermedsos ria yang positif. Agara pengetahuan bertambah dengan mengikuti berbagai pelatihan menulis dan TIK. Semoga tulisanku bermanfaat untuk pembaca dan untuk kita.

PROFIL PENULIS

Sri  Yamini,S.Pd Perempuan kelahiran Garut,1966 Bandung. Pendidikan  S1 PGSD UPI Bandung. Sudah berkeluarga punya anak 4 orang. Praktisi pendidikan ini menjadi Guru menjadi PNS dengan masa  kerja 34 tahun 9 bulan di  SD Negeri 210 Babakan Sinyar Kel.Sukapura Kec. Kiaracondong Kota Bandung.

Bergabung di berbagai Grup Menulis dari tahun 2016 sampai saat ini. Hasil menulis buku yaitu 2 buku tunggal, 62  buku antologi , 1 buku menulis guru & siswa kegiatan selama PJJ Daring dalam pandemi Covid.19. dan 2 buku jadi kurator

Penerima Anugerah Apresiasi Pendidikan Tahun 2018 Kategori Guru Penulis Terbanyak dari Kepala Dinas Kota Bandung.

Penerima  Penghargaan Tahun 2020 Dalam Pengabdian, dan Prestasi Kerja  dari Kepala Dinas Kota Bandung.

Penulis dapat dihubungi melalui : Facebook: Sri Yamini https://www.facebook.com/sri.yamini.391

IG sriyamini14  https://instagram.com/sriyamini14?igshid=ggjwrrcup4ym

Blog Kompasiana https://www.kompasiana.com/sriyamini

Blog https://literasingeblog.blogspot.com/

Blog https://lagerunal.blogspot.com/

Channel Youtobe :    https://www.youtube.com/channel/UCbxQmEFOr9rO5bC9nBcWopQ

14 komentar pada “Peserta No 029 Lomba Menulis 2 Tahun Penamrbams.id

  • 15/04/2022 pada 2:11 pm
    Permalink

    Trimks…Mr.Bams…tulisan emak sudah diposting. Semoga bermanfaat berbagi pengalaman

    Balas
    • 15/04/2022 pada 3:13 pm
      Permalink

      Mantap… Tulisannya sangat mengispirasi kita. Semangat… Bun

      Balas
    • 15/04/2022 pada 4:08 pm
      Permalink

      Mantaaapp emak..

      Ternyata emak memang bukan biasa.
      Pengalaman menulisnya hebat, sudah terbangun sejak lama.

      Balas
  • 15/04/2022 pada 3:33 pm
    Permalink

    Selama masih energic…kenapa nggak…go…go…go….maju terus Bu Sri Yamini

    Balas
  • 15/04/2022 pada 4:49 pm
    Permalink

    Waduh…istriku ikutan lomba menulis.Semoga menang lumayan dapat THR ha…ha…ha…

    Balas
  • 15/04/2022 pada 6:07 pm
    Permalink

    Trimks…sdh berkunjung dan memberi motivasinya. Tambah semangat untuk menulis

    Balas
    • 20/04/2022 pada 4:17 am
      Permalink

      Good,terus berkarya,krn tulisannya menginsfirasi

      Balas
  • 20/04/2022 pada 4:21 am
    Permalink

    Luar biasa emak mileniar seniorku dan panutanku ini. Semangatnya trs membara…salam literasi bunda

    Balas
  • 20/04/2022 pada 6:29 am
    Permalink

    Disaat guru lain seusia emak sudah banyak menurun semangatnya , Mak Sri Yasmini tetap istiqamah dengan semangat ngeblog nya. Sehat selalu Mak Sri .

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.